Konsumsi BBM DFSK Gelora E, Kendaraan Listrik Hemat Untuk Logistik

Memiliki nama yang berasal dari kata bahasa Indonesia, sebuah kendaraan blind van yang disebut sebagai DFSK Gelora E sebenarnya bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari China dengan konsumsi BBM yang ada di kisaran 16 km per liter.

Sebagai keluarga dari mobil van, tentunya angka tersebut bisa disebut sebagai ‘hemat’ mengingat fungsinya yang lebih ditujukan untuk mengangkut barang dan alat logistik.

Berasal dari akar yang disebut sebagai DFSK C-Series, kendaraan ini berfokus pada kelas truk mini dan mikrovan.

Mikrovan sendiri tersedia dalam 3 varian model berbeda, yakni C35 berupa van kargo, C36 berupa van penumpang entri-level, dan C37 sebagai van penumpang.

Nantinya varian ini menjadi ide bagi Gelora E untuk memulai debutnya di Indonesia.

Tapi sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai mesin dan fungsinya, kita cek dulu data konsumsi BBM DFSK Gelora E berikut ini.

Konsumsi Bahan Bakar DFSK Gelora E

konsumsi bahan bakar dfsk gelora e

  • DFSK Gelora E 1.5L RWD tahun 2020: 13,8 KM/L di dalam kota, dan 20 KM/L di luar kota.
  • DFSK Gelora E 1.5L tahun 2021: 16,5 KM/L rute campuran.

Jika beberapa negara yang menggunakan kendaraan ini masih menggunakan nama sama (C35, C36, dan C37), lain lagi dengan di Indonesia yang memberinya nama Gelora E.

Pada bulan Maret 2020, van DFSK C-eries ini diresmikan pada sebuah acara bernama Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo dan direncanakan untuk dibuat secara lokal di pabrik DFSK Cikande, Banten.

Namun sekalipun namanya sudah diganti, Gelora E ini masih berpatokan pada DFSK C-Series hanya saja dilakukan mix and match biar lebih unik.

Alhasil, DFSK Gelora E ini menghadirkan 2 varian berdasarkan kebutuhan, diantaranya van penumpang didasarkan pada C36 dan C37, serta van panel yang didasarkan pada C35.

Spek dan Mesin

dfsk gelora e

Meskipun ditujukan untuk dua kebutuhan berbeda, akan tetapi konsumsi BBM DFSK Gelora E keduanya sama-sama menggunakan mesin sejenis.

Adapun spek yang digunakan adalah mesin bensin berkapasitas 1.5L konvensional. Kapasitas kecil ini diharapkan mampu menghemat bahan bakar selama masa pakainya tersebut.

Namun di tahun sekarang sudah ada versi listrik yang juga didasarkan pada trim level sama. DFSK Gelora E bermesin motor listrik tunggal ini diluncurkan pada Indonesia International Motor Show ke-28 pada tanggal 15 April 2021.

Dengan spesifikasi tersebut, kita bisa menikmati tenaga sebesar 113 Hp dan torsi sebesar 148 Nm. Tentunya performa ini cukup pas sebagai kebutuhan keluarga besar atau dijadikan sebagai kendaraan logistik.

Blind Van Menawarkan Kebutuhan Logistik Secara Matang

dfsk gelora e harga

Salah satu pertimbangan yang harus diperhatikan saat memilih kendaraan logistik adalah ruang kargo. Tak heran jika blind van memiliki ukuran yang lebih panjang dan lebar daripada mobil keluarga biasa pada umumnya, seperti halnya Suzuki APV Arena.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa DFSK Gelora E versi blind van didasarkan pada van C35 sehingga spek dan kekuatannya mampu diandalkan.

Misalnya, kendaraan ini sangatlah hemat beban sehingga konsumsi BBM dari DFSK Gelora E ini tidaklah terlalu haus.

Dengan panjang 4,5 meter, kita bisa memasukan sejumlah barang sambil mendapaktan karakteristik pemuatan van berukuran sedang dengan volume hingga lima meter kubik.

Fitur yang Disediakan oleh Blind Van

dfsk gelora e blind van

Selain akses kabinnya yang luas dan jarang menimbulkan masalah saat pengantaran barang dilakukan, kita pun disediakan sejumlah fitur sebagai tingkat perlengkapan sesuai dengan harganya yang kompetitif.

Beberapa diantaranya berupa airbag pengemudi, radio dengan soket USB, dan remote control pada setir.

Jendela listrik tersedia dengan catatan kita harus menyesuaikan kaca spion luar secara manual.

Sementara untuk fasilitas penyimpanan dalam kabin termasuk saku di setiap pintu, kotak sarung tangan dengan penutup, tiga baki di atas dasbor, lubang kecil di sebelah kanan roda kemudi, dan rak tepat di bawah radio.

Dengan fitur ini, maka aktivitas logistik atau pengiriman barang menjadi jauh lebih hemat tenaga dan terorganisir dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.